Langit dan Aku

Mac 22, 2008

Hari ini

jiwaku dan langit menyanyikan irama hiba

ketika langit kelabu menangis bercucuran air mata lebat mencurah-curah

jiwaku teresak-esak, merintih sedih sendiri di ruang tamu yang kosong

akal menerawang ke segenap masa; mengimbau kisah, mencipta resah,

berkeluh kesah tentang segalanya dalam hidup ini

bunyi cucuran air mata langit dan esakan jiwa mengasak benteng sepi

yang kian jelas menyerkupi aku – sepi, begitu sepi

aku yang masam mencuka memandang ke langit yang mencebik kepadaku

kembali, tidak tersenyum, mengiyakan kesedihan yang kami

kongsi bersama,

hari ini.

 

22/03/08

Advertisements