Luka
Mei 14, 2007
[untuk 13 Mei]
Sebuah gerobok usang, suram – bila terkuak pintu, masam, bau tertusuk ke rongga hidung – menyembunyi neo kisah
tertimbus paling dasar
dalam himpunan silam sejarah
Tuturannya luka
Hembusan anginnya derita
Dendangan alamnya hiba
Tangisan langitnya suram
Bersama warna merah pekat likat
berbaur aroma darah – hanyir.
Luka itu dalam
Manusia-manusianya naik hantu
- hantuhantuhantuhan
hilang santun
berlagak tuhan dalam rasukan
mencabut nyawa tanpa ehsan
Walau pedih jangan dilafaz
biar sangkut di halkum
peruk di minda
mereput agar lupus
takut-takut hantu dan tuhan
kembali menggelegak
berkuit kocak
mengamuk amuk
Ia berparut, tidak lagi berdarah
Masam terperam
dibuat lupa.